Mantan Aktivis 98 Tewas Ditikam di Kemang
Christie Stefanie & Utami Diah Kusumawati | CNN Indonesia
Sabtu, 23 Mei 2015 12:05 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik sekaligus penggiat di Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Jopi Peranginangin tewas ditikam pelaku tak dikenal di depan sebuah kafe di Kemang Selatan, Jakarta, pada Sabtu (23/5) dini hari.
Menurut keterangan humas Polres Jakarta Selatan Komisaris Aswin kejadian tersebut bermula dari keributan antar pengunjung di depan Kafe Venue.
"Tanggal 23 Sabtu jam 3.30 WIB ada cekcok mulut antara korban dan pelaku. Lalu beurjung keributan di luar kafe dan terjadi penusukan," kata Aswin saat dihubungi CNN Indonesia, Sabtu. Jopi, menurut penjelasannya, akhirnya tewas setelah dibawa ke Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP).
Aswin menjelaskan pihak kepolisian mendapatkan laporan penusukan tersebut pada pukul 07.00 WIB. Saat ini, polisi sudah mendapatkan keterangan dari empat saksi, yakni D dan IK sekuriti Venue, MS swasta dan A seorang mahasiswa.
"Kami saat ini masih menunggu hasil visum dari RSPP mengenai kondisi jenazah dan melakukan olah TKP di Kemang," kata Aswin.
Sementara itu, Rahung Nasution, rekan korban mengatakan tidak tahu persis kejadian yang menimpa temannya tersebut.
"Saya tidak di TKP saat kejadian. Kami berpisah setelah menonton Navicula," kata Rahung di RSPP. "Tidak ada yang mencurigakan selama acara menonton tersebut." (utd)
Menurut keterangan humas Polres Jakarta Selatan Komisaris Aswin kejadian tersebut bermula dari keributan antar pengunjung di depan Kafe Venue.
"Tanggal 23 Sabtu jam 3.30 WIB ada cekcok mulut antara korban dan pelaku. Lalu beurjung keributan di luar kafe dan terjadi penusukan," kata Aswin saat dihubungi CNN Indonesia, Sabtu. Jopi, menurut penjelasannya, akhirnya tewas setelah dibawa ke Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami saat ini masih menunggu hasil visum dari RSPP mengenai kondisi jenazah dan melakukan olah TKP di Kemang," kata Aswin.
"Saya tidak di TKP saat kejadian. Kami berpisah setelah menonton Navicula," kata Rahung di RSPP. "Tidak ada yang mencurigakan selama acara menonton tersebut." (utd)