"Yang membuat saya sangat sedih jika ingat pas nongkrong tadi malam dia kasih unjuk foto ke saya. Di foto itu, ada sebuah rumah miliknya. Katanya, 'ini rumah hasil perjuangan kerja selama 15 tahun'," kata saksi kepada CNN Indonesia, Sabtu (23/5). (Baca Juga: Kronologi Kematian Aktivis Jopi versi Saksi)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski Jopi idealis namun lelaki kelahiran Kisaran, Sumatra Utara, pada 1976 silam itu bisa bergaul dengan luwes. Buktinya, kata saksi, Jopi memiliki teman yang sangat banyak dari berbagai kalangan, baik aktivis ataupun kelompok profesional.
Lebih jauh lagi, saksi berharap pihak kepolisian bisa segera menemukan pelaku penikaman Jopi secepatnya. "Dia mati karena membela saya. Sebenarnya tidak perlu ada pembelaan apapun dari dia. Ini yang membuat dia menjadi sosok luar biasa," kata saksi.
Sebelumnya, pihak Kepolisian Resor Jakarta Selatan menyatakan telah memeriksa empat saksi terkait kematian Jopi Peranginangin. Keempat saksi tersebut adalah dua sekuriti Venue D dan IK, kemudian MS pihak swasta, dan A seorang advokat. Polisi juga telah melakukan olah TKP dan menunggu hasil visum rumah sakit.
Menurut keterangan rekan Jopi, jenazah Jopi akan dipindahkan dari Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) menuju Rumah Sakit Polri untuk diautopsi lebih lanjut. (utd)