"Kami punya 121 kantor cabang dan 53 kantor cabang perintis di seluruh Indonesia. Kami siap jalankan program ini dengan menjangkau seluruh Indonesia," kata Elvyn saat rapat dengan komisi IX di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta Selatan, Senin (25/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Elvyn menjelaskan dana investasi per 31 Desember 2014 mencapai Rp 187,02 triliun atau tumbuh 25,33 persen (YoY). Selama tahun 2010-2014, dana investasi tumbuh 17,24 persen (rata-rata per tahun). "Sumber pertumbuhan dari kontribusi pertumbuhan iuran, hasil investasi, dan penerapan prinsip-prinsip investasi," ujarnya.
Secara total, dana investasi per 31 Maret 2015 sebesar Rp 195,35 triliun atau 83,84 persen dari RKAT 2015. "Aset alokasi didominasi oleh instrumen obligasi (44,4 persen) dan deposito (28,21 persen)," katanya.
Sementara, total hasil investasi per 31 Maret 2015 sebesar Rp 5,46 triliun atau 27,20 persen dari RKAT 2015. "Hasil investasi tidak memperhitungkan unrealized gain sebesar Rp 1,47 triliun," kata Elvyn. (rdk)