Rombongan selebriti dipimpin oleh Anang Hermansyah yang juga anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat beserta istrinya, Ashanti. Selain itu, hadir juga personel Cokelat, gitaris Edwin Syarif, Basis Ronny dan vokalis Jackline Rossy Natalia. Kemudian hadir juga Aura Kasih dan eks vokalis Dewa 19 Once Mekel. (Baca juga: Jokowi Minta Polisi 'Gebuk' Pembajak Karya Seni)
"Kami ingin tahu tindakan konkret dari Kepolisian untuk memberantas pembajakan karya cipta," kata Edwin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap kepolisian lebih tegas dalam kasus pembajakan ini. Sedangkan di negara lain menjual karya bajakan itu sama seperti jual narkoba. Jadi orang takut melakukan pembajakan," kata Edwin.
Sebelumnya, rombongan artis sudah lebih dulu menemui Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti. Pada Maret lalu, Anang dan kawan-kawan mengeluhkan hal yang sama.
"Pembajakan adalah tindak kriminal. Selama ada setan, di situ ada kejahatan," kata Anang usai bertemu Badrodin.
Menanggapi ini, Badrodin, mendesak para artis untuk melakukan pelaporan jika merasa karya seninya dibajak. Dia pun menegaskan akan menghukum mafia pembajak sebagai tindak lanjut laporan tersebut.
Badrodin menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, kasus pembajakan tergolong dalam delik aduan. Karenanya, harus ada pengaduan dari pemilik hak kepada Polri, sehingga Polri bisa melakukan penindakan.
"Tetapi memang selama ini mereka belum paham betul. Oleh karena itu, harus ada kerjasama dua pihak, baik dari Polri maupun dari pemilik hak itu," kata Badrodin. (sip)