"Kabareskrim (Komisaris Jenderal Budi Waseso) langsung membentuk tim khusus cyber crime (kejahatan siber)," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Anton Charliyan, Kamis (28/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Maria Advianti memang sempat mengatakan, akan melibatkan unit Cyber Crime Polri untuk mencari tahu siapa yang pertama kali mengunggah konten mesum tersebut.
Pelaku penyebarluasan konten pornografi bisa kena jerat ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan denda maksimal Rp 6 miliar sebagaimana diatur dalam Pasal 29 UU No. 44 tahun 2008.
Menanggapi ini, Budi Waseso pun mengatakan siap mempidanakan pelaku pembuat video jika memang ditemukan orang dewasa yang memerintahkan para anak-anak untuk membuatnya.
"Pastilah (dipidanakan), kita lihat apakah ada unsur orang dewasanya, teman-temannya," kata Budi.
(obs)