Bentrokan itu sempat membuat lalu lintas di depan MOI macet. Tidak itu saja, bentrok sempat membuat para pengunjung MOI ketakutan. Untunglag polisi bisa segera mengatasi bentrokan itu. Polisi lalu menempatkan dua peleton pasukan untuk menjaga MOI sebagai antisipasi jika terjadi bentrok susulan.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok enggan memberikan komentar perihal bentrokan tersebut. Saat ditemui usai melepas start Lomba Lari Jakarta 10 K 2015, Minggu (31/5), Ahok yang dimintai komentarnya soal bentrokan ini hanya menjawab, “Besok saja ya, besok saja,” ujarnya lalu masuk mobil. (Baca juga: Resmikan Stan Smart City, Ahok Dirubung 'Fans')
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi |
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Muhammad Iqbal bentrokan itu bermula dari pukul 02.00 WIB adal empat orang anggota FBR dari Gardu 64 Plumpang Jakarta Utara bergerak ke Mal of Indonesia. Mereka adalah IS, B, KA, dan S. Kedatangan anggota FBR ini, sebut Iqbal, diduga untuk meminta uang jatah keamanan wilayah. Keempat anggota FBR ini pun menemui satpam pusat perbelanjaan itu.
Adu mulut soal dugaan permintaan uang jatah keamanan ini memanas yang memicu pemukulan yang dilakukan oleh satpam MOI terhadap anggota FBR. Iqbal menyebutkan, ada 10 orang satpam mal yang terlibat dalam pemukulan itu.
Anggota FBR yang lain, lanjut Iqbal, tampaknya tidak terima dengan pemukulan yang dilakukan oleh satpam mal terhadap kawannya. Pada sore hari, FBR wilayah Jakarta Utara, lanjut Iqbal melakukan mobilisasi massa untuk mendatangi Mal of Indonesia.
Sekira pukul 15.00 WIB, mereka sampai di depan Mal of Indonesia. Terjadilah lagi keributan antara empat orang satpam mal dengan anggota FBR. Akibat bentrok ini kondisi lalu lintas di depan mal macet.
Keributan itu juga mengakibatkan kerusakan pada pintu parkir, kaca, CCTV dan beberapa mobil pengunjung. Selain telah menetapkan 31 orang sebagai tersangka, polisi juga mengamankan beberapa buah senjata tajam. (hel)