"Berbicara kebenaran pasti ada tantangan dan jalannya pasti ada yang tidak suka," ujar Buwas - sapaan akrab Budi Waseso - saat ditemui di Jakarta, Selasa (2/6).
"Kelemahan apapun pasti dicari untuk menjatuhkan Kabareskrim. Mulai dari LHKPN dicari untuk kelemahan saya. Itu dimungkinkan untuk menjatuhkan saya," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dikala saya menegakkan hukum kasus besar mulai banyak yang risau dan panas dingin. Namun saya tak pernah takut," ujarnya.
Sebelumnya Buwas dengan tegas menolak melaporkan jumlah harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Merasa tak akan disangkakan melakukan perbuatan melawan hukum, Budi pun bersikeras tak akan membuat Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara.
"Itu kan bukan tindak pidana. Jadi saya tidak mau melaporkan," ujar Budi saat ditemui di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (29/6).
Adapun, jika memang diwajibkan melaporkan jumlah kekayaannya, mantan Kepala Polda Gorontalo tersebut meminta komisi antirasuah yang melakukan pencatatan atas hartanya. Menurutnya, pencatatan tersebut akan lebih obyektif dan benar dibandingkan pencatatan yang dilakukan oleh dirinya sendiri. "KPK ada tim yang bisa menelusuri. Kalau pejabat yang mengisi, hasilnya bisa lain," ucapnya. (pit)