Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham pun mengungkapkan jika rapat kali ini bukanlah rapat kubu Bali ataupun kubu Ancol. Namun dia memang mengakui rapat kali ini sebagai rapat mendadak maka tidak semua kader hadir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun saat dikonfirmasi pada Idrus Marham, dia mengaku belum mengetahui apakah Agung Laksono diundang atau tidak. "Mestinya sih iya (diundang) tapi nanti saya tanyakan dulu ke bidang organisasi," kata Idrus.
Hal yang sama pun dilontarkan Nurdin Halid yang berkata tidak jauh berbeda dengan Firman. Meski begitu, pantauan CNN Indonesia tidak memperlihatkan adanya satupun kader kubu Ancol dalam rapat malam ini.
Mimbar yang disediakan di ruang rapat pun diisi oleh kader-kader petinggi hasil Munas Bali.
Sebelumnya Agenda utama yang akan dibahas pada rapat malam ini adalah membahas isu nasional, termasuk soal islah.
"Agendanya adalah rapat nasional dan nanti kita lihat masukan-masukan dari daerah," kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto di Hotel Sultan, Selasa malam (2/6).
Sementara Ketua DPP Firman Soebagyo mengungkapkan jika rapat malam ini akan membahas soal islah yang dilakukan akhir pekan lalu dan juga hasil putusan Pengadilan Tata Usaha Negara dan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
"Ini akan ada penjelasan dari ketua umum terkait islah kemarin, serta dua keputusan pengadilan," ujar Firman.
"Untuk menyikapi pilkada ini kan harus jelas, maka kita dengarkan penjelasan ketua umum," katanya.menyetop mengambil kebijakan dengan mengatasnamakan Partai Golkar. (tyo/tyo)