"Kopassus kan elit. Jadi sekali lagi, jangan melulu melatih fisik dalam mengalahkan musuh. Tapi juga pengendalian diri," ujar Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muzani pun mengaku masih takjub dengan kejadian bentrok tersebut. "Saya terus terang sudah kehabisan kata-kata untuk mengatakan apa lagi masalahnya," katanya.
Pada Minggu malam lalu, empat anggota TNI AU diketahui terlibat perkelahian dengan beberapa anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan di sebuah kafe di daerah Sukoharjo. Serma Zulkifli, anggota Bintara Sarban Dislog Derma Mabes AU, tewas dalam kejadian itu.
Komandan Jenderal Kopassus Mayjen Doni Monardo melalui pernyataan tertulisnya membenarkan keterlibatan anggotanya. Ia berkata, lima anggota pasukan khusus yang masih dirahasiakan namanya itu telah diserahkan ke Detasemen Polisi Militer IV/4 Surakarta.
Sebelum kejadian itu, anggota Grup II Kandang Menjangan juga pernah terjerat kasus pembunuhan. Tahun 2013 silam, tiga anggota Kopassus, Serda Ucok Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto dan Koptu Kodik dinyatakan bersalah atas pembunuhan empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman. (meg)