Pria yang akrab disapa Romo Sandy ini mengaku senang jika Jokowi mampu mempertahankan upayanya untuk memperhatikan kaum miskin urban. Ia dan aktivis masyarakat miskin lainnya, Wardah Hafidz, mengusulkan agar Presiden mengadakan moratorium penggusuran.
"Sekaligus juga kami mengharapkan Pak Jokowi memberikan usulan-usulan alternatif jalan keluar solusi yang jelas," ujar Romo Sandy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (4/6). (Lihat Juga: Jokowi Undang Paguyuban Punakawan Makan Siang)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dikelola dengan wirausaha sosial agar bisa menjadi modal dan bisnis bagi kaum miskin, karena kalau tidak, masalah perumahan yang sementara hanya reaktif, berputar saja," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, budayawan Jaya Suprana menyampaikan dalam acara makan siang yang digelar Jokowi dengan para anggota Paguyuban Punakawan rencananya akan banyak membicarakan tentang pertanyaan banyak pihak terkait apa yang sebenarnya terjadi di Indonesia dan kekhawatiran bahwa Presiden akan berubah haluan dari tujuan membangun bangsa yang pro kepentingan rakyat.
"Tapi ternyata tadi setelah pertemuan dengan teman-teman Paguyuban Punakawan yang tidak punya kepentingan politik, agama, ras, ekonomi itu dapat disimpulkan bahwa kami semua bisa berbesar hati bahwa Jokowi tetap teguh mengabdikan dirinya memimpin bangsa negara untuk mewujudkan masyarakat adil sejahtera. Jadi rakyat tetap utama menjadi subyek pembangunan," ujar dia.
Selain Jaya Suprana, sejumlah tokoh yang tergabung dalam Paguyuban Punakawan tampak hadir di Istana antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dan akademisi Mahfud MD, tokoh pengamat militer dan penulis Salim Said, dan budayawan Franz Magnis Suseno, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rahardi Ramelan, ekonom Christianto Wibisono dan Rizal Ramli. (utd)