"Mereka boleh (mendaftar). Saya pikir, mereka mantan pimpinan jadi sudah melalui proses seleksi," kata Betty kepada CNN Indonesia, Jumat (5/6).
Betti menjelaskan, para mantan pimpinan yang telah sukses memimpin lembaga antirasuah memiliki pertimbangan tersendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pimpinan aktif KPK yang bakal purna tugas pada Desember 2015 nanti, Zulkarnain, menegaskan dirinya tak akan mendaftar kembali menjadi pimpinan.
Pimpinan KPK lainnya yang juga bakal purna, Indriyanto Seno Adji menyatakan belum menentukan sikap. Faktor kesehatan menjadi pertimbangan penting ahli hukum pidana ini.
"Saya tidak punya alasan. Berhenti saja sebagai pimpinan KPK juga belum, kok sudah mikir pendaftaran lagi?" ujarnya sambil tertawa saat dihubungi.
Seperti diketahui, panitia seleksi membuka kesempatan pada seluruh warga negara Indonesia untuk mendaftarkan dirinya menjadi pimpinan komisi antirasuah hingga 24 Juni mendatang.
Para calon bisa mendaftarkan dirinya langsung dengan membawa persyaratan administrasi ke Sekretariat Pansel KPK atau dikirim lewat pos dengan alamat Sekretariat Pansel KPK. Panitia juga membuka pendaftaran melalui surat elektronik (email) ke [email protected].
Selanjutnya, pansel KPK akan mulai membuka kesempatan masyarakat untuk menanggapi calon pimpinan yang sudah mendaftar, pada 27 Juni hingga 26 Juli 2015. Kemudian, pansel bakal mengkaji makalah, menilai, menelusuri rekam jejak dan menghelat sesi wawancara terbuka.
Pada tanggal 31 Agustus 2015, nama-nama yang lolos dari tahapan seleksi akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo. Presiden kemudian menyerahkan nama-nama tersebut ke Komisi III DPR untuk diuji kepatutan dan kelayakan. (meg)