"Presiden harusnya memimpin sendiri reformasi birokrasi dan dipatrikan ke menteri-menteri di pemerintahannya," kata Eko saat ditemui di Jakarta, Jumat (5/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin pertama adalah komitmen politik yang bukan hanya diucapkan. "Political commitmen bukan hanya diucapkan tapi harus dipraktekkan," kata Eko.
Poin kedua adalah soal kejelasan agenda. Menurut Eko banyak agenda yang saat ini sudah dijadwalkan tapi waktunya terbatas, bahkan tidak ada. Maka dari itu, dia mendesak agar agenda perubahan harus dijadwal dengan jelas.
Sedangkan, poin terakhir adalah soal keberadaan orang bersifat reformis di tiap-tiap lembaga. Eko beranggapan sekitar 20 orang di satu lembaga bersifat reformis bisa mempermuda reformasi birokrasi.
"Harus ada itu orang yang memiliki jiwa reformis di setiap lembaga," ujarnya. (meg)