Anggota Tim Pansel KPK, Yenti Ganarsih, mengatakan penjajakan komunikasi tidak hanya dilakukan dengan lembaga antirasuah.
Selain menjalin komunikasi dengan Polri, Tim Pansel juga berencana mendatangi Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan untuk membahas penyaringan calon pimpinan antirasuah. Pertemuan dengan PPATK tersebut rencananya akan dilakukan hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yenti, perbaikan sistem telah dijajal sedari awal dengan penyaringan calon melalui mekanisme online. Hal itu dalam banyak hal akan memudahkan proses klarifikasi.
Terlepas dari urusan administrasi, Yenti menegaskan, tujuan utama tim Pansel kali ini adalah mencari orang-orang berintegritas.
Independensi figur calon pimpinan KPK lebih diutamakan sebagai sosok yang punya kapabilitas memimpin pemberantasan korupsi.
"Yang terpenting bukan pengurus partai. Itu tidak boleh. Tidak ada istilah titipan-titipan," ujar Yenti.
Doktor spesialis bidang pencucian uang itu mengatakan, pimpinan KPK harus mengerti hukum, terutama yang menyangkut pemberantasan korupsi. Hal itu menjadi fondasi utama yang mesti dimiliki calon pimpinan KPK.
"Bagaimanapun komisioner adalah pengendali KPK. Mereka harus mengerti kapan menetapkan seseorang jadi tersangka hingga pertimbangan rentang waktu menjadi terdakwa. Itu yang akan kita lihat," ujar Yenti.
Yenti mengatakan, Tim Pansel juga telah mengatur agenda untuk menjalin pertemuan dengan Kejaksaan Agung dan Badan Intelijen Negara. Namun Yenti menyatakan prioritas pansel saat ini adalah berembuk dengan KPK, sebelum lanjut menyambangi PPATK.
(meg)