Proses perizinan tersebut terkait dengan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ingin menghubungkan langsung Terminal Pulogebang dengan akses jalan Tol Bekasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya sejumlah terminal yang berada di Jakarta diklaim akan lebih kondusif bila terminal Pulogebang beroperasi dengan optimal. Sebab, daya tampung terminal Pulogebang dianggap jauh lebih besar dari pada terminal yang lain.
Hingga saat ini pembangunan terminal Pulogebang telah menelan biaya hingga Rp 1,2 triliun. Namun, terminal yang memiliki luas 15 hektar tersebut belum bisa beroperasi karena terkendala perizinan dari Kementerian Perhubungan.
Rencananya, jika terminal Pulogebang telah beroperasi secara optimal, DKI Jakarta hanya akan memiliki tiga terminal antarkota antarprovinsi yakni Terminal Pulogebang, Kampung Rambutan dan Kalideres. Selanjutnya, terminal lain yang berada di DKI Jakarta akan menjadi terminal dalam kota. (sur)