"Ini merupakan hasil bentuk kerjasama Indonesia dengan pemerintah Jepang. Alhamdulillah sudah ada peningkatan dari tahun sebelumnya," ujar Nusron dalam sambutannya di Kedutaan Besar Jepang, Jakarta, Rabu (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nusron menyatakan bahwa pemerintah tidak hanya sekedar mengirim calon perawat dan para tenaga kerja tanpa melalu pembekalan dan pelatihan.
"Sekarang kita sedang siapkan kurikulum yangbisa diserap langsung oleh para pekerja," ujarnya.
Selanjutnya, setibanya di Jepang, mereka akan mendapatkan pelatih bahasa jepang selama kurang lebih 6 bulan untuk mengoptimalkan hasil kerja yang mereka lakukan. Para calon pekerja tersebut akan mulai efektif bekerja setelah mereka lulus Ujian Nasional Perawat dan Ujian Nasional Caregiver di masing-masing institusi dimana mereka di tempatkan dimulai pada bulan Desember 2015.
Diketahui, Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BNP2TKI, permintaan tenaga perawat dari luar negeri dari tahun 2010-2014 sebanyak 15.43i orang. Namun, Indonesia baru bisa memenuhi sebanyak 36,5%. Sementara itu, dari jumlah produksi perawat tahun 2014, sebanyak 60% tenaga perawat didayagunakan untuk kebutuhan dalam negeri, 5% di luar negeri dan sisanya bekerja diluar kompetensi. (tyo)