Setelah sempat simpang siur, kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono sepakat pertemuan akan diadakan di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta. Salah satu anggota tim penjaringan dari kubu Agung Laksono, Lamhot Sinaga, mengungkapkan bahwa penentuan Hotel Sultan adalah permintaan dari kubu Aburizal Bakrie.
"Iya dipindah (ke Hotel Sultan) atas permintaan mereka (kubu Aburizal Bakrie). Mereka tidak berani ke kantor Dewan Pimpinan Pusat jika tidak dikawal oleh preman bayaran," ujar Lamhot saat dihubungi, Senin (15/6). (Baca juga: Menteri Yasonna Imbau Golkar Buat Kepengurusan Temporer)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk kubu Aburizal Bakrie, Lamhot mengaku tidak mengetahui apakah akan full team atau tidak. Dia merasa tidak memiliki tanggung jawab untuk mengetahui itu. "Wah saya tidak tahu. Saya belum diberi tanggung jawab untuk mengurusi mereka," kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal kubu Agung Laksono tersebut.
Amali menambahkan nantinya tim penjaringan akan menentukan kriteria serta cara rekrutmen mereka. Jika keduanya sudah sama maka akan digunakan oleh tim penjaringan, sedangkan jika masih berbeda maka akan dicari kesamaannya.
"Misalnya yang kami gunakan tidak disetujui pihak sebelah ataupun sebaliknya, maka harus ada kesepakatan membentuk kriteria yang baku," katanya. (Baca juga: Kubu Ical-Agung Kembali Beda Pendapat soal Tim Penjaringan)
"Jika sudah ada yang sesuai (dan sudah daftar) maka ya sudah. Misalnya berdasarkan survei, jika sudah ditentukan maka jalan terus. Seandainya tidak maka harus disetujui kedua belah pihak," kata Amali.
Sebelumnya salah satu anggota tim penjaringan dari kubu Aburizal Bakrie, Sjarief Tjitjip Soetardjo mengatakan bahwa pertemuan akan dilangsungkan sekitar pukul 19.00 WIB. Namun untuk lokasi pertemuan, Tjitjip mengaku masih mencari lokasi yang tepat.
"Iya benar akan melakukan pertemuan. Insya Allah pukul 19.00 WIB," kata Tjitjip saat dihubungi. "Malam ini kita akan mencari lokasi (untuk melakukan pertemuan) karena kantor Dewan Pimpinan Pusat 'kan ditutup," katanya.
Tjitjip menambahkan, yang akan dibicarakan dalam pertemuan nanti malam.adalah soal empat poin yang telah disetujui sebelumnya oleh dua kubu. Salah satu poinnya adalah soal kriteria calon yang nanti akan disetujui oleh kedua kubu.
Dalam kesepakatan kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie yang difasilitasi Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla tersebut, ada poin yang mengatakan dua kubu harus membentuk tim penjaringan yang bertugas menjaring kader-kader Partai Golkar di daerah yang akan ikut dalam Pilkada 2015.
Dari kubu Aburizal Bakrie, tim penjaringan yang akan mewakili diketuai oleh MS Hidayat dan anggotanya adalah Theo L. Sambuaga, Syarif Tjitjip Soetardjo, Nurdin Halid, serta Aziz Syamsuddin.
Sementara dari kubu Agung Laksono, selain Yorrys yang bertugas sebagai ketua, nama Ibnu Munzir, Gusti Iskandar, Lawrence Siburian, dan Lamhot Sinaga masuk ke dalam tim penjaringan. (hel)