"Jika kita turun ke laut, begitu panjang batas garis pantai Indonesia, sekitar 81 ribu kilometer," kata Moeldoko saat ditemui di Mabes TNI, Selasa (16/6).
"Dengan kekuatan Angkatan Laut kita yang masih belum memadai, sehingga ada beberapa sektor yang kadang kita kecolongan," ujarnya. (Baca juga: JK Pertanyakan Maksud Malaysia Masuk ke Perairan Ambalat)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hubungan Indonesia dan Australia ramai diberitakan meregang akibat perkara imigran ilegal yang dilarang masuk ke perairan Negeri Kanguru. Namun Perdana Menteri Tony Abbott justru mengatakan sebaliknya bahwa hubungan kedua negara kian erat. (Baca juga: Abbott: Perkara Imigran Justru Rekatkan Australia-RI)
Gesekan terbaru Jakarta-Canberra adalah soal penyuapan oleh aparat di Australia agar kapten kapal yang membawa imigran mengalihkan pelayaran mereka ke Indonesia. Desakan penjelasan dari pemerintah Indonesia terkait penyuapan tersebut diabaikan Australia.
Menteri Luar Negeri Julie Bishop justru menyarankan Indonesia meningkatkan penjagaan perbatasan mereka. Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla menegaskan bahwa tindakan tersebut "tidak sesuai dengan etika-etika yang benar dari hubungan bernegara."
Namun saat ditanya perihal penyuapan yang dilakukan militer Australia, Moeldoko mengaku tak berhak mengomentarinya karena itu masuk dalam ranah politik. Meski begitu, Moeldoko menegaskan bahwa dari sisi etika perbuatan tersebut tidak pas dilakukan oleh seorang prajurit.
"Ini konteksnya masih dalam konteks politik tetapi dari sisi etika itu tidak pas perbuatan seperti itu. Itu yang saya pandang," kata Moeldoko. "Dalam konteks politik kedua negara saya tidak mau komentar." (Baca juga: Australia Suap Penyelundup Manusia, Moeldoko: Modus Baru) (hel)