Ahok, sapaan Basuki, mengatakan bahwa moda transportasi berbasis rel tersebut tidak akan diberikan subsidi karena LRT memang ada untuk melayani transportasi masyarakat kalangan ekonomi menengah ke atas saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun tidak akan mendapatkan subsidi, namun Ahok yakin keberadaan LRT di Jakarta mampu memgakomodir keperluan transportasi setiap warga dari berbagai golongan ekonomi. Keyakinan Ahok timbul karena seluruh pembangunan infrastruktur LRT nantinya akan dibiayai oleh Pemprov DKI Jakarta tanpa membebani pihak swasta sama sekali.
Mulai akhir 2015 ini Pemprov DKI Jakarta akan membangun LRT Koridor I dengan rute Kebayoran Lama hingga Kelapa Gading sepanjang 3 kilometer, dari total jalur 21,6 kilometer. Kemudian, pada 2016 nanti lintasan tersebut rencananya akan digabung dengan Koridor VII yang melayani rute Bandara Soekarno Hatta-Ancol-Kemayoran-Cempaka Putih.
Saati ini, pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) LRT yang nantinya akan mengelola sarana transportasi massal tersebut sudah selesai. Ketua BLUD LRT diberikan kepada Kepala Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Timur Benhard Hutajulu. (sip)