Untuk mencegah jatuhnya anak sebagai korban tradisi tahunan mudik, Satuan Tugas Perlindungan Anak (Satgas PA) Indonesia menyiapkan kampanye mudik ramah anak dan disabilitas pada mudik tahun ini.
Kepala Sekretariat Satgas PA Ilma Sovri Yanti mengatakan tahun ini, pelaksanaan mudik ramah anak dan disabilitas akan berbeda dengan tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan kampanye ini akan diadakan di lima kota, yaitu Jakarta, Bandung, Pontianak, Bengkulu, dan Yogyakarta. Satgas PA menyebut kampanye ini sebagai gerakan nasional.
"Ada dongeng untuk anak, pemeriksaan kesehatan, permainan dengan anak, pembagian buku saku panduan keselamatan tips mudik," ujar Ilma.
Selain itu, pihaknya juga akan membagikan buku informasi tentang bagaimana menghadapi para disabilitas dan lansia yang ikut mudik. Sedangkan untuk pencegahan narkoba akan difokuskan pada supir-supir angkutan umum, ujarnya.
Selain Kepolisian RI dan Kementerian Perhubungan, kampanye ini juga didukung oleh Kementerian Sosial. Dalam kampanye mudik ramah anak, disabilitas, lansia, dan bebas narkoba tersebut, Kementerian Sosial akan membuka posko ceria.
"Pondok ceria Kemensos untuk anak main, mengisi waktu selama orang tuanya istirahat," kata Ketua Satgas PA Muhammad Ihsan. (utd)