Menurut Ahok, sapaan akrab Basuki, pada awal dia menjalankan tugas bersama Jokowi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, dia berusaha memberikan kepercayaan kepada para pedagang kaki lima untuk berjualan di Monas. Saat itu, dia menilai para PKL dapat menyediakan kebutuhan pengunjung yang mencapai angka 1.5 juta orang sepanjang tahun 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu ada 1,5 juta pengunjung monas. Karena ada PKL, pengunjung menurun. Kenapa (menurun)? Karena kalau ada orang pacaran saja dipaksa diminta uang. (Mereka) diminta membeli dua botol minuman, disuruh bayar Rp100 ribu," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/6).
"Kapolda yang baru ini kan top. Teroris saja bisa ditangkap, jadi beliau sudah bilang sama saya, sudah tau siapa saja yang main. Otak-otaknya (kerusuhan karena PKL di Monas) sudah dia mengerti," ujar Ahok.
"Saya sudah minta Satpol PP agar dipersenjatai alat kejut listrik. Kalau anda anarkis, saya tembak. Nanti peluru karet juga ada untuk lapis kedua," kata Ahok.
Saat ini, di dalam kawasan Monas saat telah tersedia sebuah area bernama Lenggang Jakarta yang diperuntukkan bagi PKL untuk berjualan di sana. Pembangunan Lenggang Jakarta dilakukan oleh PT. Rekso dan menghabiskan dana sekitar Rp20 miliar dengan kapasitas 329 kios makanan dan minuman. (meg)