Ahok mengatakan bahwa pemakaian anggaran seharusnya dapat dilakukan secara maksimal karena fokus Pemprov DKI Jakarta tahun ini adalah membeli lahan sebanyak-banyaknya di Jakarta.
"Padahal pembelian tanah itu tidak ada masalah. Kalau ada masalah, tinggal panggil asisten pembangunan. Makanya, nanti kami banyak staf-kan pegawai yang tidak beres," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/6) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mendagri mengerti dilemanya di mana. Harus menitipkan pembelian barang dan jasa ke BUMD semuanya. Seperti beli bus itu, lebih cepat ke BUMD, atau berikan ke swasta. SKPD banyak mau diapakan? Itu dilematisnya," kata Ahok.
"Memang, permasalahan di Jakarta sangat kompleks. Tenaga di bawah lebih suka misalnya menyewa truk sampah yang seharga Rp400 miliar daripada membeli. Antara merenovasi dengan membangun SD, lebih mahal renovasinya. Itulah yang saya pikir membuat Gubernur hati-hati dalam membelanjakan anggaran," ujar Tjahjo di Gedung DPRD DKI Jakarta. (utd)