"Oleh karena itu, sebelum berangkat harus diimunisasi dulu. Itu salah satu pencegahnya," kata JK di Kantor Wapres, belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentunya di sana tidak boleh cium-cium Unta. Tak boleh pegang-pegang Unta," katanya.
"Petugas di bandara akan mengecek suhu tubuh penumpang. Jika ditemukan gejala-gejala MERS CoV maka akan dilakukan tindakan oleh tenaga kesehatan," kata Subuh di Jakarta, pada Kamis (25/6).
Subuh mengatakan beberapa gejala yang ditimbulkan dari MERS CoV antara lain demam di atas 38 derajat celcius, batuk yang diikuti sesak nafas, bersifat akut dan memiliki penyakit komorbit atau penyerta.
Karena diikuti dengan penyakit penyerta, kata Subuh, maka penyakit ini jarang menyerang balita. Subuh menjelaskan yang rentan terjangkit penyakit ini adalah 10 hingga 19 tahun, seperti yang banyak terjadi di Korea Selatan.
Selain meletakan thermo scanner di bandara, pihak Kemenkes juga berencana melakukan pencegahan bagi WNI yang pulang haji, terutama karena virus MERS CoV masih aktif di wilayah Arab Saudi. Salah satu caranya yakni dengan memberikan Kartu Kewaspadaan Sehat bagi mereka yang pulang umrah.
"Kartu kuning ini nanti dibawa pulang, jika mengalami demam tinggi diatas 38 derajat celcius bawa kartu ini ke petugas medis, nanti akan ada tindakan lanjutan sesuai dengan prosedur," kata Subuh. (utd)