Setelah berkunjung ke pasar yang terletak di wilayah Jakarta Pusat itu pada Sabtu (27/6) lalu, Ahok—sapaan Basuki—berjanji tidak akan menertibkan PKL di kawasan tersebut. Penataan akan dilakukan bersamaan dengan pembenahan bahu-bahu jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahok, besaran retribusi Pemprov DKI Jakarta tersebut tergolong kecil jika dibandingkan pungutan liar dari para preman yang kerap dialami PKL selama ini.
Ahok diketahui telah sering berkata akan mengizinkan para PKL untuk berjualan di bahu jalan, selama mereka dapat ditertibkan dan tidak mengganggu lalu lintas kendaraan atau pejalan kaki. "Kamu sudah menutupi jalan seenak mungkin. Kamu untung, orang-orang rugi, kamu jahat. Tapi kalau kamu masih bisa diatur dan tidak mau menutupi jalan, berarti kamu baik," ujar Ahok.
Pada Sabtu lalu, selain meminta para PKL untuk berjualan dengan tertib, Ahok bersama dengan Badan Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) DKI Jakarta juga melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang dijual di pasar Benhil. Saat itu, masih ditemukan makanan yang menggunakan bahan-bahan berbahaya seperti pewarna tekstil. (sur)