Berdasarkan surat perintah terbang bernomor SPT/1171/VI/2015 yang diterima CNN Indonesia, pesawat bertipe C-130 dan bernomor A-1310 tersebut melakukan perjalanan terbang dari Lanud Suwondo menuju Lanud Tanjung Pinang dan Lanud Ranai yang keduanya terletak di Provinsi Kepulauan Riau. Sayangnya, sebelum tiba di Lanud Tanjung Pinang, pesawat tersebut jatuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari kedua, hari ini, pesawat berangkat dari Lanud Halim untuk menuju Lanud Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, lalu berlanjut ke Lanud Dumai, sebelum tiba di Lanud Suwondo dan mengalami kecelakaan saat menuju Lanud Tanjung Pinang. (Baca: Saksi Lihat Hercules Terbang Rendah di Medan Sebelum Jatuh)
Fuad mengatakan, terdapat 12 awak kapal yang berada di pesawat tersebut dan dipimpin oleh Kapten Sandi Permana sebagai Penerbang I. Mendampingi Sandi, ada Letnan Satu Pandu Setiawan sebagai Penerbang BR dan Letnan Dua Dian Sukma P sebagai Penerbang II.
Selain ketiga prajurit yang bertugas sebagai pilot, ada juga Kapten Riri Setiawan selaku navigator, Serma Bambang, Paltu Ibnu Kohar, Pelda Andik, Peltu Ngateman, Peltu Yahya Komari, Pelda Agus, Prada Alfian, dan Pelda Parijo yang bertugas sebagai teknisi. (Baca juga: Hercules Celaka di Lokasi Mandala Saat Jatuh pada 2005)
"Ada lima prajurit TNI AU yang dilaporkan gugur, saat ini evakuasi badan pesawat belum bisa dilakukan karena kami fokus evakuasi warga yang rumahnya ada di sekitar (lokasi jatuh)," kata Fuad. (rdk)