Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Dwi Badarmanto mengatakan jumlah tersebut sesuai dengan manifes penumpang, yakni 101 penumpang dan 12 awak pesawat prajurit TNI Angkatan Udara. (Lihat Juga: FOKUS Hercules Jatuh di Medan)
"Jadi 101 itu tidak termasuk dengan awak prajurit. Ditambah mereka totalnya jadi 113," kata Dwi saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa malam (30/6). (Baca Juga: Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Lewat Twitter)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pada Senin (29/6), pesawat berangkat dari Lanud Abdurahman Saleh, Malang, menuju Lanud Adisucipto Semarang sekitar pukul 09.00 WIB. Pesawat akhirnya terbang ke Lanud Halim Perdanakusumah. Hari kedua, Selasa (30/6), pesawat berangkat dari Lanud Halim untuk menuju Lanud Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, lalu dilanjut ke Lanud Dumai sebelum tiba di Lanud Suwondo dan mengalami kecelakaan saat mau ke Lanud Tanjung Pinang. (Lihat Juga: Kronologi Jatuhnya Hercules di Medan)
Nahas bagi mereka, pesawat tersebut tak mampu menyelesaikan misinya lantaran jatuh di Medan. "Jadi saat pesawat singgah di lanud itu ada pergantian prajurit atau aplus nama lainnya, saat pergantian tersebut mereka pasti membawa keluarga," kata Dwi. (Baca Juga: Hercules Celaka di Lokasi Mandala Saat Jatuh pada 2005)
Hingga kini, sekitar enam jam setelah pesawat tersebut jatuh, sudah lebih dari 50 korban meninggal dunia yang sudah disemayamkan di Rumah Sakit Adam Malik, tapi belum semua korban tersebut teridentifikasi identitasnya. Proses evakuasi pun hingga kini masih dilakukan. (utd)