Syahputra sebelum menghilang Maret lalu berdinas di satuan hubungan masyarakat Polres Batanghari. "Sehari-harinya ia biasa saja, tidak ada yang juga dalam ibadahnya," kata Hery kepada CNN Indonesia kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polres lantas melakukan pengecekan ke Medan namun Syahputra tak juga ditemukan. Polres Batanghari menurut Hery lantas menerbitkan daftar pencarian prajurit sebanyak tiga kali. Tapi Alamsyah tak juga ditemukan.
Beberapa bulan setelah menghilang, situs Azzammedia dalam tulisan yang dipublikasikan Senin (29/6) lalu menyebut Syahputra telah tewas di Suriah. Ia tewas karena bertempur melawan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.
Syahputra disebut dalam situs tersebut telah mengganti namanya menjadi Abu Azzayn Al Indunisiy. Ia keluar dari kepolisian karena melihat video brutal yang diduga dilakukan pasukan Suriah. (Baca juga: Diklaim Tewas di ISIS, Brigadir Syahputra Tiga Kali Dicari)
"Saat itu pula, ia menyaksikan Daulah Islamiyyah sebagai satu-satunya kekuatan paling efektif dalam melawan dan membalas kekejaman Nushairiyyah pada kaum muslimin," demikian tertulis di situs Azzamedia.
Syahputra tak mempedulikan isu-isu negatif tentang ISIS yang selama ini diberitakan. Jihad akhirnya jadi pilihan Brigadir Syahputra dan bergabung bersama organisasi pimpinan Abu Bakar al Baghdadiy. (sur)