"Ke depan tantangan Polri semakin kompleks, situasi sosial semakin dinamis akibat globalisasi, kejahatan memanfaatkan kemajuan teknologi," kata Jokowi di Markas Korps Brimbob, Depok, Jawa Barat, Rabu (1/7). Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka memeringati hari jadi Polri ke-69. (Lihat Juga: Pita Hitam di HUT Polri, Tanda Dukacita untuk Hercules)
Jokowi mengatakan untuk mengatasi situasi tersebut diperlukan kesungguhan dalam pemeliharaan keamanan-ketertiban masyarakat, penegakan hukum maupun perlindungan dan pengayoman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua peralatan tentu yang lama harus dimodernisasi. Karena perkembangan teknologi itu selalu berkembang dan selalu lebih cepat sehingga Polri harus mengikuti agar tidak kalah dengan kejahatan," kata Badrodin.
Terkait penegakan hukum, sebelumnya, Badrodin sempat menyatakan akan meningkatkan alokasi anggaran Polri tahun depan sebesar Rp 5 triliun. Dengan demikian pagu indikatif akan naik dari Rp 57 triliun menjadi Rp62 triliun.
Badrodin mengatakan peningkatan ini diperlukan karena masih kurangnya anggaran penyidikan dan penyelidikan Polri.
"Banyak hal yang harus kami lakukan, termasuk bagaimana kami meningkatkan upaya penegakkan hukum," ujarnya. (utd)