"Jadi alat angkut udara kami usianya cukup tua. Tapi dengan ketekunan para anggota, luar biasa, anak-anak itu memperbaiki dan memoles Hercules dengan kesabaran dan kemampuan mereka," ujarnya di Ruang Tamu Panglima TNI, Jakarta, Kamis (2/7).
Moeldoko merinci, TNI memiliki delapan pesawat hercules yang dibuat sekitar tahun 1960-an. Sementara itu, Hercules TNI yang dibuat pada periode 1978-an tercatat ada 12.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski usia alat-alat angkut udara milik TNI itu dibuat puluhan tahun lalu, Moeldoko mengatakan jika dilihat dari jam terbang, Hercules-hercules milik TNI itu bisa disebut muda. (Baca: Calon Panglima TNI: Beli Pesawat Baru, Rawat Pesawat Lama)
Ditemui pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya Bagus Purihito menuturkan, prajuritnya tidak pernah melalaikan aspek pemeliharaan pesawat.
"Tentu ada upgrade terus, tidak beli lalu dibiarkan begitu saja," katanya. (Baca: TNI Targetkan Investigasi Kecelakaan Hercules Beres Dua Pekan)
Bagus menegaskan, pesawat TNI AU digunakan dalam operasi tertentu pasti telah melalui pemeriksaan dan uji kelayakan terbang.
"Dilihat dari structure-nya bagus, engine, dan radionya bagus. Semua fasilitas di dalam pesawat itu bekerja dengan baik," ucap Bagus soal kriteria sederhana pesawat yang layak terbang. (Baca: KSAU Instruksikan Penghentian Terbang Seluruh Hercules C-130)
Bekas ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menambahkan, “Semua manusia tidak ingin mengalami kecelakaan, apalagi kru dan teknisi pesawat Hercules yang berada di pesawat C-130 bernomor registrasi C-1310.” (obs)