Nasrullah merupakan karyawan di BS Oukup, tempat spa dan sauna yang dihantam pesawat Hercules saat jatuh Selasa lalu, 30 Juni. Menurut Andri, dia telah menyerahkan seluruh data ante mortem yang diminta Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Utara.
“Tetapi mungkin karena jenazah sudah tidak bisa diidentifikasi makanya sulit untuk dipastikan,” kata Andri kepada CNN Indonesia di RSUP H Adam Malik. (Baca juga: Kemensos Beri Santunan Rp 15 Juta ke Keluarga Korban Hercules)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, beberapa orang perwakilan BS Oukup menemui Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Helfi Assegaf sekitar pukul 16.00 WIB. Perwakilan itu meminta Helfi membantu agar anggota keluarga dapat membawa pulang jenazah karyawan BS Oukup yang seluruhnya berjumlah delapan orang. (Baca juga: Bokek, Jenderal Moeldoko Pernah Ajak Keluarga Naik Hercules)
Wajib Sinuraya, pemilik BS Oukup sebelumnya menjelaskan, total ada delapan karyawan yang meninggal tertimpa bangunan runtuh saat Hercules menabrak tempat usaha yang juga menyediakan jasa mandi uap dan mandi rempah itu. Delapan karyawan itu terdiri dari dua orang kasir, satu tukang kebun, satu tukang parkir, dan empat orang petugas laundri. (Baca juga: TNI Targetkan Investigasi Kecelakaan Hercules Beres Dua Pekan)
Ardhanis Sefti Briyani Putri, salah seorang karyawan Lesehan Bambu Hijau, kepada CNN Indonesia sebelumnya juga mengonfirmasi bahwa ada empat karyawan BS Oukup yang dia kenal menjadi korban Hercules.
BACA FOKUS: Hercules Jatuh di Medan
(hel)