Jenderal Moeldoko rencananya hari ini akan mempertanggungjawabkan uji kelayakan dan kepatutan Panglima TNI, serta melaporkan hasil capaiannya selama menjabat Panglima TNI. Didampingi oleh seluruh Lepala Staf Angkatan TNI, Moeldoko akan menyampaikannya di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, di hadapan anggota Komisi I DPR RI.
"Jam 15.00 di Mabes TNI Cilangkap, didampingi Kepala Staf Angkatan, di depan anggota Komisi I DPR RI," demikian keterangan tertulis yang diterima CNN Indonesia dari Pusat Penerangan TNI, Senin (6/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiprah yang moncer membuatnya dipercaya sebagai Komandan Yonif Infanteri 201/Jaya Yudha, lalu Dandim 0501 BS Jakarta Pusat, Sespri Wakil Kepala TNI Staf Angkatan Darat, dan Pabandya-3Ops PB-/Sospad.
Dari sisi prestasi, Moeldoko pernah mendapatkan beberapa tanda kehormatan negara seperti Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI, dan XXIV, Satya Lencana Seroja, tanda jasa dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, Satya Lencana Santi Dharma, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Yudha Dharma Nararya, dan Bintang Kartika Eka Paksi Utama.
Moeldoko juga dipercaya mengemban jabatan Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional. Berselang dua tahun, Februari 2013, dia ditunjuk sebagai wakil KSAD. Empat bulan kemudian, 22 Mei 2013, ia terpilih menggantikan Pramono Edhie sebagai KSAD yang ke-30.
Selain tekun menimba ilmu kemiliteran, Moeldoko meneruskan pendidikan di perguruan tinggi. Dia meraih gelar Doktor (S-3) jurusan Administrasi Negara dari Universitas Indonesia.
Beberapa waktu lalu jelang pensiun Moeldoko membagikan 55 ribu jam tangan gratis untuk prajuritnya sebagai kenang-kenangan. Jam tangan itu bermerek Jenderal TNI Moeldoko.
Selama Moeldoko menjabat sebagai Panglima TNI, beragam kasus bentrok menimpa satuannya. Bentrokan misalnya terjadi antarkesatuan di TNI, bahkan tak sedikit dengan institusi Polri.
Minggu malam, 31 Mei 2015, terjadi bentrok antara oknum Kopassus dengan TNI Angkatan Udara di sebuah kafe di Sukoharjo, Jawa Tengah. Serma Zulkifli dari TNI AU tewas dalam kasus ini. Peristiwa dipicu saling senggol. Tujuh anggota Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kartasura, menjadi tersangka.
Bentrokan lain yang melibatkan TNI dengan Polri juga beberapa kali terjadi. Rabu 19 November 2014, baku tembak antara personel TNI Batalyon Infanteri (Yonif) 134 Tuah Sakti dengan aparat Brimob Polda Kepulauan Riau terjadi di Markas Brimob Batam.
Akhir September 2014, empat anggota TNI batalyon yang sama terluka tembak setelah bentrok dengan personel Brimob di Batam. Sementara pada 14 Oktober 2014, sejumlah anggota Yonif 756/ Wamena dan Brimob terlibat baku tembak di Pirime, Lanny Jaya, Papua. Dalam peristiwa itu, komandan Pos TNI, Letnan Ali, terluka tembak di kaki. (pit)