Peringatan itu ia lontarkan menanggapi maraknya kasus kekerasan terhadap anak yang didiamkan begitu saja selama bertahun-tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khofifah merujuk pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Dalam Pasal 77 diatur bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan diskriminasi dan penelantaran yang dapat mengakibatkan anak mengalami sakit secara fisik maupun mental dapat dipidana penjara maksimal lima tahun penjara dan didenda maksimal Rp 100 juta. (Baca juga: Kekerasan Anak di Cipulir Sudah Lama Diketahui Tetangga)
"Mungkin ada orang tua yang berpikir bahwa karena mereka yang melahirkan dan membesarkan anaknya, maka mereka bisa mengasuh anak semaunya. Dengan adanya undang-undang ini, mereka tidak boleh bertindak semaunya karena ada hukumannya," kata Khofifah.
Ia berpendapat perangkat hukum yang ada telah progresif. Hanya, penerapannya yang harus ditingkatkan lagi. Selain itu, ia menilai sosialisasi juga masih harus gencar dilakukan agar tidak ada lagi pembiaran terhadap kekerasan anak.
Bila ada warga yang mengetahui adanya kekerasan anak di lingkungannya dan mau melapor, Khofifah mengatakan pelaporan bisa melalui layanan Telepon Sahabat Anak (Tesa) dengan nomor 129. (Baca juga: Kak Seto Minta Jokowi Bentuk Seksi Perlindungan Anak di RT/RW)
Kekerasan terhadap anak kian meningkat dari tahun ke tahun. Dewan Pembina Konsultatif Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi mencatat sepanjang 2015 ini sudah terdapat 500 laporan kasus kekerasan terhadap anak yang diterima lembaga pemerhati anak tersebut. Sementara kasus yang tidak dilaporkan diperkirakan lebih banyak lagi.
Beberapa waktu lalu, publik digemparkan karena adanya kasus di Cipulir di mana anak dianiaya orang tuanya sendiri dengan kejam. Si anak mengalami kekerasan dengan benda bergerigi. Kejadian tersebut ternyata telah diketahui tetangga bertahun-tahun namun didiamkan karena mengaku tidak mau mencampuri urusan orang lain. (Baca juga: Ibu Kandung Aniaya Anak di Cipulir dengan Sadis) (sur)