Kronologi Ancaman Bom Singapore Airlines oleh Mahasiswa RI

Anggi Kusumadewi, Rinaldy Sofwan Fakhrana , CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2015 13:25 WIB
Kronologi Ancaman Bom Singapore Airlines oleh Mahasiswa RI Pesawat Singapore Airlines yang diancam bom oleh Ilham. (Twitter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang mahasiwa perguruan tinggi swasta jurusan Teknik Informatika di Serpong, Tangerang, Ilham (21 tahun), ditangkap Tim Cybercrime Badan Reserse Kriminal Mabes Polri di Tangerang karena mengancam bom pesawat maskapai penerbangan Singapore Airlines.

Berikut kronologi aksi Ilham mengancam pesawat Singapore Airlines rute Singapura ke Sydney, Australia:

Rabu, 1 Juli

Ilham, lewat akun Twitter @SatNoToLGBT, melontarkan ancaman beberapa kali kepada Singapore Airlines dengan me-mention langsung akun resmi maskapai tersebut.

Pada ancaman yang dilontarkan pukul 12.11 WIB, dia menulis “Hi @SingaporeAir, DO NOT FLY THE PLANE EX. SQ221 TODAY (1/7)”

Ancaman itu pada menit yang sama diikuti dengan peringatan “@SingaporeAir I TELL YOU AGAIN, DO NOT FLY IT (5/7)

Semenit kemudian, pukul 12.12 WIB, Ilham kembali melontarkan ancaman, “@SingaporeAir DO NOT FLY! (6/7)”

Masih pada menit yang sama, pukul 12.12 WIB, dia menulis kembali “@SingaporeAir THANKS (7/7)”

Dua menit kemudian, pukul 12.14 WIB, Ilham menulis “@SingaporeAir @fangpyro THE VICTIM AIRCRAFT. THANKS” sambil menyertakan gambar pesawat yang ia ancam bom.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Victor Sumanjuntak  mengatakan ancaman juga dikirim Ilham via surat elektronik ke Singapore Airlines, meminta pesawat mereka tak terbang karena di dalamnya ada bom.

Akibat ancaman Ilham ke pesawat Singapore Airlines jenis Aibus A380 tersebut, keberangkatan tiga pesawat maskapai itu mesti ditunda tiga jam untuk sterilisasi.

Selasa, 7 Juli

Ilham ditangkap Tim Cybercrime Bareskrim Polri di kosannya di Tangerang, Banten, atas informasi dari kepolisian Singapura. Dua teman sekosan Ilham juga ikut dibawa polisi untuk diperiksa.

Rabu, 8 Juli

Ilham diperiksa Bareskrim Polri. Dia dijerat Pasal 27 ayat (4) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang berbunyi “Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.

Ilham kini terancam hukuman maksimal enam tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.