Petugas Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri saat ini sudah mulai menelusuri benar atau tidaknya informasi itu. “Belum bisa kami simpulkan sebab sedang didalami," kata Budi di Mabes Polri, Jakarta. Ia menjamin Polri akan bergerak aktif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dokumen AFP, Ridwan menjadi pilot AirAsia sejak 2010. Dia terbang di rute-rute internasional seperti Hong Kong dan Singapura. Sebelum akun Facebook-nya ditutup, Ridwan mem-posting beberapa fotonya yang sedang menggunakan seragam pilot di depan pesawat AirAsia. (Baca: AirAsia Pecat Pilot Indonesia karena Terbukti Kontak ISIS)
Sementara Tommy Abu Alfatih alias Tomi Hendratno sebelum bekerja di Primeair juga pernah menjadi pilot Garuda Indonesia. Dia bahkan disebut pernah menjadi pilot TNI Angkatan Udara. (Baca: Pilot Indonesia Terlibat ISIS Diduga Pernah Gabung TNI AU)
Premiair mengatakan pada The Intercept bahwa Tomi telah berhenti bekerja untuk perusahaan itu sejak 1 Juni. Hal tersebut sesuai dengan informasi di akun Facebook-nya, bawah dia pada 1 Juni meninggalkan pekerjaannya sebagai pilot di Premiair dan kini bekerja sebagai ‘driver’ di ‘Bumi Alloh Subhanahu Wata’ala.’ (agk)