"Mungkin ada kaitannya dengan pernyataan dari Abu Muhammad Al-Adnani yang mengatakan Bulan Ramadan adalah bulan paling bagus untuk berjihad," kata Tito kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (11/7).
Tito mengatakan, Indonesia diketahui memiliki jaringa-jaringan ISIS. Sehingga, Detasemen Khusus 88 Anti-Teror dilibatkan oleh Polda Metro Jaya untuk mempelajari kemungkinan aksi teror yang terjadi di Mal Alam Sutera berkaitan dengan fatwa tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jaringan yang ada di sana berhubungan dengan kelompok yang ada di kita, otomatis kita harus waspada. Terutama di wilayah yang disebutkan tadi," ujarnya.
"Kalau kelompok JI agak sedikit jauh. JI dari dulu tidak menargetkan masyarakat umum, targetnya dari dulu barat," katanya.
"Ini relatif eksperimen, masih coba-coba. Tergetnya kan Mal, Mal bukan target barat," ujarnya.
Oleh sebab itu, Tito yakin, pelaku bom di toilet Mal Alam Sutera bukan dari kelompok JI. Sebab, ia melihat contoh kasus sebelumnya, seperti kasus bom buku di Kantor Berita Radio (KBR), Utan Kayu, Jakarta, pada Maret 2011, yang di otaki oleh Pepi Fernando.
Hasil penyelidikan kala itu membuktikan, sebelum keluar dan membentuk kelompok sendiri, pada tahun 1998, Pepi diketahui pernah bergabung dengan jaringan Negara Islam Indonesia (NII). Disana Pepi aktif mendalami kajian yang bekaitan dengan NII, melalui buku-buku yang ia baca.
"Kita tahu ini kelompok lain, kelompok lain itu yang kita atensi," ujarnya.
Sebelumnya, Tito mengatakan polisi telah mengantongi ciri-ciri terduga pelaku peladakan bom di Mal Alam Sutera, Tangerang, Banten, Kamis (9/7). Dugaan tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
"Iya, laki-laki. Ada petunjuk CCTV, tapi tidak mungkin kita publikasi ke publik, ini untuk kepentingan polisi," kata Tito kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (11/7).
Tito menjelaskan, dari pemeriksaan CCTV yang berada dekat toilet menunjukkan, ada seorang pria yang telihat membawa sebuah bungkusan berukuran kecil, yang sementara diduga merupakan bom yang meledak.
(utw/utw)