“Korban ingin melarikan diri tetapi jaketnya ditarik. Saat itu ada saksi melihat salah seorang dari orang tidak dikenal itu menghunuskan parang samurai dan mengenai dada kiri korban,” kata Frans kepada CNN Indonesia, Ahad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum menghunuskan parah ke arah Apping, para pelaku terlebih dahulu mencekik salah seorang Anggota TNI AD lainnya yaitu Pratu Faturahman (26). Apping dan Faturahman merupakan Anggota Satuan Batalyon Kostrad Kariango, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Saat dikeroyok hingga ditikam, Apping dan Faturahman sedang duduk di pelataran lapangan Syekh Yusuf, Jalan Masjid Raya, Kelurahan Sungguminasa.
Namun Faturahman berhasil melakukan perlawanan dan melarikan diri menuju arah barat lapangan Syekh Yusuf. Pelaku diperkirakan berjumlah 15 orang yang seluruhnya menggunakan kendaraan roda dua dengan berboncengan.
Meganggapi kasus ini, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispen AD) Brigadir Jenderal TNI Wuryanto mengatakan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada pihak kepolisian. “KSAD percaya polisi sangat profesional mengungkap tindak pidana ini. Apalagi dilakukan di depan umum,” kata Wuryanto. (rdk)