Menurut Yayat, diperlukan persayaratan tertentu agar tidak menimbulkan potensi masalah perkotaan yang muncul di Jakarta. "Sah-sah saja ,tidak ada orang yang boleh melarang orang untuk berpindah. Tetapi, apakah Jakarta memberikan syarat-syarat bagi siapa pun yang akan datang ke Jakarta?" ujar Yayat saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (14/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yayat juga membandingkan bahwa Jakarta belum memiliki persayaratan pendatang layaknya di Tiongkok. Dia mencontohkan, kota-kota utama di Tiongkok mensyaratkan setiap orang yang akan masuk untuk minimal pernah tinggal di kota-kota kedua di negara itu. Persyaratan administrasi juga harus dipenuhi agar para pendatang mendapat pelayanan di kota utama yang akan dia tempati.
(Baca: Keramaian Jakarta Tak Mampu Ganti Kebahagiaan Mudik)
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meminta warga ibu kota yang mudik membawa serta keluarganya saat kembali nanti. Ahok bahkan berharap keluarga yang diboyong nanti jumlahnya banyak. "Saya pesan kepada para pemudik, bawa saja yang banyak (keluarga) ke Jakarta tidak apa-apa," kata Ahok saat melepas ribuan pemudik peserta mudik gratis di kawasan Senayan, Selasa (14/7).
Ahok beralasan, di Jakarta kekurangan pekerja. Namun dia tak menjelaskan lebih lanjut sektor pekerja yang dibutuhkan di ibu kota tersebut. Dia juga memerkirakan, akan ada 70 ribu pendatang yang masuk ke Jakarta saat arus balik lebaran tahun ini. (rdk)