Ade memaparkan, perubahan status Lanal Sorong merupakan bagian tak terpisahkan dari rencana TNI AL merombak struktur operasional mereka.
Sesuai dengan rencana pengembangan kekuatan periode 2005 hingga 2024, TNI AL akan merombak dua komando utama (kotama) pada matra mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nomenklatur dua komando tersebut dikembalikan ke aturan yang pernah ada sebelumnya.
“Di bawah Komando Armada RI, nanti ada komando armada bernomor, yaitu Armada I di kawasan Barat, Armada II di tengah dan Armada III di wilayah timur. Ini persis seperti nomenklatur pada US Navy (Angkatan Laut Amerika Serikat), ada third fleet, fourth fleet, sampai seventh fleet,” ujarnya saat dijumpai di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, Rabu (15/7).
Sebagaimana diketahui, hampir sebagian besar kekuatan TNI AL ditempatkan di ujung timur laut Pulau Jawa itu.
Komando Armada I ke depan akan bermarkas di Jakarta sedangkan Komando Armanda II dipindahkan ke Makassar. Sementara itu, Komando Armada III akan bertempat di Sorong. Ade berkata, pembangunan Mako Armada III akan menjadi salah satu prioritas TNI AL tahun depan.
“Belum kami masukkan ke RKA-KL (Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga). Ini juga akan berkaitan dengan perpres. Sekarang masih dalam proses sehingga tidak kami ajukan ke RKA-KL 2015. Nanti akan ada revisi atau kami ajukan tahun 2016,” ucapnya.
Tidak hanya soal Lantamal dan Komando Armada III, Sorong nantinya juga akan menjadi markas bagi Pasukan Marinir (Pasmar) 3. Ini merupakan pemekaran Korps Marinir yang selama ini sudah memiliki dua Pasmar, yakni Pasmar 1 di Cilandak, Jakarta dan Pasmar 2 di Sidoarjo, Jawa Timur. (meg)