Saat ditemui di kediamannya di kompleks Komando Wilayah Pertahanan, Setu, Jakarta, Moeldoko menyebut pekerjaan di lingkungan eksekutif sebagai sesuatu yang mengerikan. Jenderal bintang empat ini mengaku belum sepenuhnya memahami seluk-beluk jabatan pemerintahan.
"Itu medan baru yang mengerikan. Saya tidak mau masuk ke area yang saya tidak kenali dengan baik," ujar Moeldoko, Jumat (17/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal hubungannya dengan Jokowi, Moeldoko punya kisah tersendiri. Sebelum menyerahkan tongkat komando Panglima TNI kepada Jenderal Gatot Nurmantyo, Moeldoko mengaku dua kali ditanyai presiden tentang rencana masa depannya.
Moeldoko beralasan meski tak lama lagi berstatus sebagai purnawirawan, jiwa tentara tidak akan hilang darinya. Ia berkata, ia akan menyanggupi apapun tugas negara yang diserahkan kepadanya.
"Tentara itu saat negara memanggil, mau mati pun kalau masih bisa jalan ya harus jalan. Jiwa pengabdian prajurit itu tidak bisa hilang. Apa yang dipunyai, pasti akan disumbangsihkan," ujarnya. (gen)