Sejumlah menteri Kabinet Kerja tampak hadir di kediaman Megawati, di antaranya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy.
Selain pejabat tersebut, sejumlah politisi PDI Perjuangan pun turut hadir, seperti Trimedya Pandjaitan, Dwi Ria Latifah, Maruarar Sirait, Ahmad Basarah, Ribka Tjiptaning, serta Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
45 menit berselang, para pengawal JK langsung bersiap untuk pergi padahal pintu gerbang rumah Megawati belum terbuka. Tak lama, pintu gerbang dibuka dan mobil sedan RI 2 langsung keluar meninggalkan rumah Megawati.
Sama seperti saat tiba, JK tidak mengeluarkan satu kata pun dan hanya melambaikan tangan ke pada awak media. Muffidah Jusuf Kalla yang mendampingi JK pun hanya tersenyum sambil melambaikan tangan.
Tak lama setelah JK pergi, dari arah pintu gerbang sebelah kanan, rombongan mobil keluar beriringan disertai sejumlah mobil patroli pengawalan di depannya.
"Itu Ibu Megawati," kata salah satu polisi yang berjaga di depan kediaman Megawati. Ternyata, rombongan mobil tadi membawa Megawati pergi dari rumahnya di Teuku Umar.
Tak lama kemudian, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tiba di depan rumah Megawati dan menanyakan sesuatu ke petugas keamanan di sana. "Ini sopir saya pada cuti dan yang ini tidak tahu cara ke sana," kata Hasto.
Usut punya usut, Hasto berencana untuk menuju ke kediaman Guntur Soekarnoputra. "Ibu Mega tadi baru saja berangkat menuju kediaman Mas Guntur sebagai kakak tertua," kata Hasto.
"Itu acara rutin dan memang hanya diperuntukan kepada keluarga saja," katanya saat mobil yang ditumpanginya melenggang pergi.
Dengan perginya Megawati dari rumahnya, maka kegiatan "open house" di Teuki Umar selesai. JK menjadi tamu terakhir yang diterima Megawati sebelum pergi untuk kumpul keluarga di rumah Guntur.
(hel)