Luhut: Pembakaran Terjadi di Kios Bukan di Musala

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Jumat, 17/07/2015 22:50 WIB
Luhut: Pembakaran Terjadi di Kios Bukan di Musala Kepala Staf Presiden, Luhut Panjaitan, tengah berbincang dengan Akbar Tanjung dalam acara open house yang di gelar di kediaman Akbar Tanjung, Jakarta, Jumat (17/7). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Presiden Republik Indonesia, Luhur Binsar Panjaitan menyatakan bahwa peristiwa pembakaran yang terjadi di Kabupaten Tolikara, Papua, tidak dalam konteks musala yang dibakar.

Luhut menjelaskan, pembakaran bukan terjadi di musala, melainkan di kios-kios pendatang yang berada di sekitar musala. Keberadaan musala kebetulan berada di area tersebut.

"Saya ulangi, tidak membakar musala. Jadi target bukan musalanya, tetapi kios-kios pendatang," ujarnya kepada wartawan di acara open house Akbar Tanjung, Jakarta, Jumat (17/7).


Luhut menambahkan, Polda Papua telah melakukan pengamanan terkait peristiwa ini dan pemerintah daerah juga sudah diturunkan untuk melakukan mediasi terhadap pihak-pihak yang bertikai.

"Bupati Tolikara bersama Polda Papua serta Komando Daerah Militer Cenderawasih sudah menangani peristiwa tersebut secara kekeluargaan. Besok direncanakan ada upacara adat bakar batu untuk meminta maaf," jelas Luhut.

Luhut mengatakan saat ini kondisi sudah terkendali, tetapi pemerintah juga menerjunkan dua pleton Brimob untuk mencegah adanya provokasi. Selain itu, ia juga menampik ini adalah persoalan agama.

"Aksi tersebut bukan ditujukkan kepada umat Islam," ujar Luhut menegaskan.

Sebelumnya, sekelompok orang tak dikenal menyerang warga yang tengah menjalankan salat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua. Warga berhasil menyelamatkan diri. Namun, kelompok penyerang tersebut membakar rumah warga.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Patridge Renwarin mengatakan, kejadian terjadi Jumat (17/7) pagi.

"Ada massa yang berteriak-teriak mengancam menyerang warga," kata Patridge saat dihubungi.

(ard/ard)