Luhut menjelaskan, pembakaran bukan terjadi di musala, melainkan di kios-kios pendatang yang berada di sekitar musala. Keberadaan musala kebetulan berada di area tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bupati Tolikara bersama Polda Papua serta Komando Daerah Militer Cenderawasih sudah menangani peristiwa tersebut secara kekeluargaan. Besok direncanakan ada upacara adat bakar batu untuk meminta maaf," jelas Luhut.
"Aksi tersebut bukan ditujukkan kepada umat Islam," ujar Luhut menegaskan.
Sebelumnya, sekelompok orang tak dikenal menyerang warga yang tengah menjalankan salat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua. Warga berhasil menyelamatkan diri. Namun, kelompok penyerang tersebut membakar rumah warga.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Patridge Renwarin mengatakan, kejadian terjadi Jumat (17/7) pagi.
"Ada massa yang berteriak-teriak mengancam menyerang warga," kata Patridge saat dihubungi.
(ard/ard)