Ketua Umum PGI Henriette T Hutabarat mengatakan, kepolisian harus bertindak cepat untuk memulihkan rasa aman di Tolikara. Terjadinya peristiwa tersebut dinilai sebagai cerminan bahwa pemerintah kurang tanggap.
"PGI menyesalkan pemerintah dan aparat keamanan kurang tanggap mengantisipasi kejadian ini," kata Henriette dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat informasi yang masih simpang siur, PGI meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk turun tangan. "PGI meminta Komnas HAM segera mengirim tim untuk menginvestigasi peristiwa tersebut secara objektif dan transparan," kata Henriette.
Aksi kekerasan tersebut terjadi kemarin pagi saat Salat Idul Fitri digelar. Puluhan orang datang membubarkan jemaah salat. Setelah jemaah bubar, massa kemudian membakar bangunan kayu yang ada.
Sebanyak 11 orang dari pihak penyerang terluka dalam insiden ini. Ada tiga orang terluka tembak. Mereka terpaksa dilumpuhkan polisi karena tak mengindahkan peringatan petugas untuk menghentikan aksi kekerasan. (Baca juga: Polisi Tembak Tiga Pelaku Penyerangan Salat Ied di Papua)
Penyerangan diduga karena adanya dua kegiatan dari komunitas agama yang berbeda. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut, suara pengeras suara menjadi salah satu pemicunya.
Apalagi beberapa hari sebelumnya juga beradar surat pelarangan kegiatan keagamaan dari kelompok tertentu karena ada acara berskala besar oleh kelompok tersebut. (sur)