Peningkatan jumlah pengunjung diprediksi akan terus terjadi hingga musim libur Lebaran dan anak sekolah usai pada Minggu (26/7) mendatang.
Menurut Kepala Unit Pengelola Monas Rini Hariyani, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Monas mengalami peningkatan drastis karena adanya waktu libur Lebaran dan anak-anak sekolah saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keramaian Monas diperkirakan akan terjadi hingga Minggu pekan depan. Kehadiran Lenggang Jakarta pastilah mempengaruhi peningkatan wisatawan di Monas," ujar Rini dalam pesan singkatnya kepada CNN Indonesia, Minggu (19/7).
"Pengunjung Monas pada Jumat (10/7) hanya 891 orang. Pada Sabtu (11/7) ada 2.734 orang, dan naik di Minggu (12/7) sebanyak 3.391 orang," kata Rini.
Jumlah wisatawan Monas diakui Rini pasti melebihi data yang dimiliki oleh pihaknya. Keyakinan tersebut dimiliki Rini karena pencatatan hanya dilakukan terhadap pengunjung yang membeli tiket dan masuk ke dalam area Museum Sejarah Nasional hingga puncak monumen itu.
"Jumlah itu adalah jumlah pengunjung yang masuk ke dalam tugu dan bisa dideteksi karena membeli tiket. Kalau yang datang ke kawasan Monas keseluruhan hampir dipastikan tidak beda jauh dengan jumlah pengunjung Ragunan atau TMII (Taman Mini Indonesia Indah)," kata Rini.
Saat berkunjung ke Monas pada Minggu pagi tadi, CNN Indonesia melihat ribuan pengunjung telah memadati kawasan pelataran puncak untuk menuju titik tertinggi Monas. Mereka rela mengantre selama berjam-jam demi melihat Jakarta dari puncak monumen yang diresmikan pada 12 Juli 1975 silam.
Tiket menuju puncak Monas dijual dengan harga Rp4 ribu untuk anak-anak, dan Rp15 ribu untuk satu orang dewasa. Untuk menuju puncak, wisatawan harus menaiki sebuah lift yang berkapasitas 11 orang sekali angkut.
Puncak Monas dihiasi oleh cawan yang menopang nyala lampu perunggu seberat 14,5 ton. Perunggu tersebut juga dilapisi emas seberat 35 Kilogram. (meg)