Badrodin menyatakan kasus tersebut bentuk pelanggaran hukum yang mesti diusut tuntas. Polda Papua pun, menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Komisaris Besar Patrige Renwarin, siap menindaklanjuti arahan Badrodin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bertemu Yotje, Badrodin bertemu dengan tokoh agama, Musyawarah Pimpinan Daerah, Wakil Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI), Badan Pengurus GIDI di Tolikara, korban kebakaran, dan keluarga korban penembakan.
Simak Fokus: Damai Terusik di Tolikara
Sementara itu Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta Pane menilai perlu ada evaluasi terhadap Yotje akibat adanya insiden Tolikara. "Sudah sepantasnya Kapolri mengevaluasi kinerja Kapolda, Wakapolda, dan Intelkam (Intelijen dan Keamanan) Papua,” kata dia.
Neta berpendapat Polda Papua telah kecolongan, sebab mestinya Kepolisian dapat mengantisipasi insiden tersebut jika intelijen tidak teledor. “Polri harus menyeret semua pihak yang terlibat ke proses hukum," ujarnya.
Penyerangan terhadap jemaah salat Id di Tolikara juga membakar beberapa bangunan rumah, kios, dan masjid. Polisi lalu menembak tiga orang pelaku penyerangan yang tidak mengindahkan peringatan petugas. (agk)