S, H, dan P ditangkap tim gabungan Polresta Depok dan Polda Metro Jaya Senin hari tadi (20/7) dan diinterogasi di Markas Polres Kota Depok. Berdasarkan keterangan S dan H, mereka merampok rumah Baety di Blok NC 6 Perumahan Gaperi, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu dini hari (4/7) –dua minggu sebelum Baety ditemukan tewas di dalam rumah itu oleh keluarganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
S, H, dan D memiliki peran masing-masing saat membunuh Baety. D menyayat leher korban, H menusuk perut Baety sebanyak sembilan kali, dan S menindih korban.
Sebelum melancarkan aksinya, D yang kini masih buron dan diduga sebagai otak perampokan itu, telah lebih dulu memantau rumah Baety. D pula yang mengajak pelaku lain untuk melakukan perampokan di rumah Baety.
“Saya cuma diajak sama D. Kalau pisau untuk membunuh, saya beli di Stasiun Citayam sehari sebelumnya," ujar H.
H mengatakan tidak tahu soal latar belakang profesi Nur Baety. Dia mengaku hanya berniat merampok. "Saya tidak tau kaau dia wartawan. Saya hanya diajak," ujar H kepada wartawan.
Polresta Depok masih mendalami motif perampokan yang menewaskan Baety karena sejumlah barang yang dirampok seperti buku berisi kartu-kartu nama dan alat perekam suara atau recorder untuk menunjang tugas kewartawanan Baety, bukan termasuk benda yang menghasilkan banyak duit jika dijual. (Baca: Polisi Akui Ada Kejanggalan di Perampokan Wartawati Terbunuh) (agk)