"Dia ngaku setelah membunuh dan bersembunyi di rumahnya merasa dihantui. Katanya dia lihat korban di jendela, tembok, pintu, gorden. Katanya dia dibikin tidak tenang," ujarnya.
Diketahui, H menghunjamkan sembilan tusukan ke bagian perut korban. Diakuinya, tindakan penusukan karena ada perlawanan dan korban berontak saat dipegangi oleh para pelaku ketika memergoki aksinya. (Baca juga: Kronologi Perampokan yang Menewaskan Wartawati Noer Baety)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketiganya pelaku utama perampokan dengan kekerasan yang menyebabkan korban berinisial N (Noer Baety) tewas. Motif sementara karena para pelaku ingin memiliki uang lebaran dengan merampok, kemudian menjual barang rampokannya," ujar Dwiyono.
Hasil Rampokan Dipakai Mabuk
Sementara itu ihwal barang berharga milik korban, Kepala Kepolisan Resor Kota (Polresta) Depok, Komisaris Besar Dwiyono mengatakan sejumlah barang berharga milik Noer Baety Rofiq (44) telah dijual oleh para pembunuh untuk keperluan pribadinya masing-masing.
Bahkan dalam pemeriksaan, salah satu pembunuh mengaku menggunakan uang hasil penjualan untuk mabuk.
"Barang yang sudah terjual antara lain kamera sama laptop, totalnya Rp 2 juta. Uang hasil penjualan dibagi-bagi buat uang lebaran katanya, tapi si H (22) untuk minum-minum juga," ujar Dwiyono di Markas Polresta Depok, Jawa Barat, Senin (20/7).
Pelaku H, diketahui hanya lulusan Sekolah Dasar (SD). Ia mengaku, uang penjualan tersebut dibagi secara rata kepada masing-masing pelaku lain. "Iya buat minum-minum pak. Uang yang saya dapat Rp 500 ribu," ujarnya. (sip)