Syahrini lalu turun dari panggung untuk mengajak langsung Jaksa Agung M Prasetyo menemaninya berduet di atas panggung. Meski malu-malu kucing, Prasetyo akhirnya menyerah pada rayuan Syahrini. Ia pun meminta izin pada istri yang mendampinginya untuk bernyanyi bersama Syahrini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suara berat Prasetyo mengisi corak suara Syahrini yang terdegar cempreng. "Kalau aku sih iyes, Pak," kata Syahrini. "Saya namakan duet ini Syahprasetyo, Syahrini-Prasetyo,” kata wanita yang mempopulerkan bulu mata antibadai itu, genit.
"Tapi janji tinggal janji, bulan madu hanya mimpi...”
“Tapi janji tinggal janji di bibirmu..."
Musik terhenti di akhir lagu, ditutup dengan gemuruh tepuk tangan.
Prasetyo rupanya memiliki kenangan dengan lagu tersebut. Lagu 'Dingin' mengingatkan dia ketika sempat ditugaskan di Wamena, Papua, pada 1978.
"Seperti judul lagunya, kenangan saya di Wamena adalah dingin," ujar dia. "Kala itu saya datang menangis dan pulang pun diakhiri tangisan."
Prasetyo mengatakan saat itu dia ditugaskan ke sebuah tempat tanpa satu pun kawan yang dia kenal. Dia menangis. Tapi pulang pun demikian.
"Setelah saya mendapat banyak kawan dan kerabat, berat rasanya meninggalkan Wamena," kata Prasetyo. (agk)