“Kami apresiasi polisi. Tegakkan hukum dalam kasus Tolikara. Indonesia negara hukum, maka semua harus berpegang pada hukum,” kata Romo Agus Ulahayanan, tokoh Katolik dan pengurus KWI, kepada CNN Indonesia, Jumat (24/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sumber CNN Indonesia di Wamena, kedua tersangka ialah Arianto Kogoya (26) dan Jundi Wanimbo (31). Arianto merupakan pegawai Bank Papua di Tolikara, sedangkan Jundi pegawai negeri sipil di bagian keuangan Pemerintah Daerah.
Tolikara saat ini telah kondusif. Kemarin, Bupati Tolikara Usman Wanimbo melalukan peletakan batu pertama dalam rangka relokasi rumah dan kios yang hangus terbakar dalam kerusuhan. Usman pada kesempatan itu didampingi oleh Kapolda Papua Irjen Yotje Mende, Pangdam Militer XVII/Cendrawasih Mayor Jenderal Fransen G. Siahaan, Pendeta GIDI Marthen Jingga, Ustaz Ali Mukhtar, dan para pemuda muslim serta kristiani. (Baca: Tolikara Banjir Bantuan Sosial, Rehabilitasi Dimulai)
Rabu (22/7), Pendeta Yunus Wenda dari GIDI dan Ustaz Haji Ali Muktar mewakili muslim juga saling bersalaman dan berpelukan di lapangan Koramil. Pendeta Yunus meminta maaf karena telah menyakiti hati muslim. Yunus dan Ustaz Ali berharap seluruh warga Tolikara kembali bersatu. (Baca juga Warga Tolikara: Tak Pernah Ada Keributan Muslim-Nasrani) (agk)