"Kami sudah melakukan pengembalian lahan yang tadinya dikuasai pihak lain, sekarang sudah kembali kita kuasai," kata Mangara Pardede di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir puluhan tahun lahan itu dikuasai swasta, sekarang lahan itu kami kuasai penuh dan sudah kami pagari," ujar Mangara.
"Kami mengusulkan agar lahan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pos pemadam kebakaran," kata Mangara.
Kemudian ada juga lahan bekas rumah seorang dokter yang sudah pensiun di kawasan Johar Baru. Tak seperti lahan lainnya yang sudah dikuasai, pengembalian lahan ini masih berada dalam proses peradilan.
"Itu sudah pensiun, dan dia tempati. Karena selama ini tidak ada penertiban ya sudah," ujarnya.
Yang terakhir, yang baru saja dilakukan Pemkot Jakpus adalah pembebasan lahan di kawasan Rawasari, Cempaka Putih. Kendati pembebasan lahan seluas sekitar 1.300 meter persegi itu sempat ditentang oleh anggota DPRD DKI Jakarta, Mangara mengatakan proses perebutan lahan itu berjalan lancar.
"Kami sudah mengambil kembali lahan kita di Rawasari. Walaupun ada sedikit perlawanan tapi pembebasan lahan itu mulus. Sekarang sedang proses pemagaran," kata Mangara.
Untuk lahan di daerah Rawasari ini, pihak Pemkot Jakpus mengusulkan kepada Pemprov DKI untuk membuat rumah susun terintegrasi pasar. Sebab, disebelah lahan tersebut saat ini ada sebuah pasar dengan luas sekitar 3.500 meter persegi.
"Kami usulkan untuk dibangun rusun terintegrasi pasar. Lokasinya juga sangat strategis. Ini sudah disampaikan ke Bapak Gubernur dan kelihatannya mendapat respon yang baik," ujar Mangara.
Ke depan, Mangara mengatakan Pemkot Jakpus masih akan terus fokus pada pengembalian aset DKI. Mereka akan melakukan koordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk mengetahui lahan mana saja yang bisa dieksekusi.
"Kami akan gencar menaklukan aset-aset. Kalau masih ada yang di kuasai oleh pihak lain, kami akan tarik," katanya. (sip)