"Asap putih tebal telah terjadi tiga kali. Ada luncuran awan panas dengan jarak luncur 2-2,5 kilometer ke arah tenggara, timur, dan selatan. Tinggi kolom letusan sekitar 1 km,” kata Sutopo saat jumpa pers di Gedung Graha BNPB, Selasa (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski suara gemuruh dan lava pijar masih dikeluarkan Raung, Sutopo mengimbau warga agar tidak panik dan tetap tenang. "Memang sampai saat ini belum ada pengungsian, tapi kami mengimbau masyarakat tetap tenang karena kondisinya lava akan jatuh di dalam kawah," kata Sutopo.
Suara bergemuruh dan ada abu vulkanik yang menyembur dari gunung membuat warga sekitar Gunung Gamalama mengungsi. Sutopo menyebutkan jumlah pengungsi saat ini akibat erupsi Gunung Gamalama mencapai 1.700 jiwa.
"Meski sudah ada pengungsi tapi sebenarnya berdasarkan rekomendasi PVMBG belum ada pengungsian. Tapi masyarakat panik melihat aktivitas gunung memilih untuk mengungsi," ujar Sutopo.
Masih ada pengungsian 1.700 jiwa di tiga titik. Masyarakat di sekitar gamalama. Berdasarkan rekomendasi belum ada oengungsian namun masyarakat yang melihat letusan membuat masyarakat mengungsi.
Saat ini status Gunung Gamalama masih waspada level 2. (rdk)