Berdasarkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto, ledakan besar itu terjadi di kompleks Puri Pattene Permai. Menurutnya informasi awal ledakan berasal dari sebuah bom ikan.
“Diduga ledakan berasal dari bom ikan," ujar Agus saat dikonfirmasi, Senin petang (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi |
Terkait motif dan pemilik dari bom ikan tersebut, Agus mengaku belum mendapatkan informasi lengkapnya. Saat ini, lanjut Agus, anggota kepolisian di sana sedang melakukan pendalaman.
Lokasi konkret ledakan yang menghilangkan dua nyawa tersebut terletak di kompleks Puri Pattene Permai. Dari informasi yang dikumpulkan, polisi sudah berada di lokasi dan tengah melakukan olah tempat kejadian perkara.
Ledakan tersebut menyebabkan empat unit rumah hancur, termasuk satu rumah yang berada di samping pusat ledakan yang menyebabkan korban luka-luka.
Saat diwawancarai, salah satu korban Syarifuddin mengaku ia tidak sempat mendengar suara ledakan karena tengah tertidur. Dengan luka gorean yang cukup parah, ia saat ini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat.
"Luka goresan terkena reruntuhan rumah, batu-batu. Waktu bangun tiba-tiba badan saya sakit tertimpa batu," kata Syarifuddin. (pit)